oleh

Demo Mahasiswa Topi jerami Berujung Ricuh, Masa Lempar Ular ke Arah Aparat

-Pemerintahan-38 Dilihat

Indramayu || Aksi unjuk rasa yg di lakukan kelompok mahasiswa, Topi jerami, di depan gedung Dprd kabupaten indramayu, kamis, 7/5/2026.

Demo,Sempat berjalan kondusif, namun berakhir dengan kericuhan, masa demo yang menuntut, pengusutan tentang dugaan mark up, anggaran sebesar, 39,6 milyar rupiah, terkait, plt. Dirut, PDAM, tirta darma ayu tersebut, tiba tiba bertindak anarkis, dengan melemparkan ular ke arah barisan aparat keamanan yang berjaga.

Aksi demo bermula berjalan tertib, dengan membawa spanduk, masa mendesak pembentukan Pansus (Panitia khusus), PDAM.

Hal itu guna untuk menelesuri dugaan penyimpangan anggaran yang di lakukan,pejabat,pltdirut,PDAM.

Perwakilan, dari pihak,DPRD, turun dan menampung semua aspirasi, namun masa demo menolak bernegosiasi, melalui perantara yang berkeinginan bertemu langsung dengan pihak bersangkutan.

Setelah semua orasi selesai, masa melakukan long march menuju pendopo, guna menemui bupati, Lucky hakim.

Sementara di lokasi, ketua koordinator masa aksi, Rahmad hidayat, kembali menyuarakan tuntutan.

Selain persoalan, PDAM, beliau juga menyoroti tentang minimnya perhatian terhadap dunia pendidikan dan masalah, Tata kota di wilayah indramayu.

Pendidikan di indramayu, masih minim perhatian, begitu juga dengan penanganan masalah sampah, yang masih sering menumpuk di pinggir pinggir jalan,padahal ini merupakan, Bumi wiralodra, ucapnya di depan masa pengunjuk rasa.

Situasi mulai memanas, yang awalnya situasi terkendali kini berubah, masa mulai bertindak anarkis dan melakukan provokasi kepada aparat yang berjaga.

Dan puncaknya setelah sejumlah orang terlihat melepaskan dan melemparkan ular ke arah barisan aparat keamanan yang dari kepolisian tersebut.

Sehingga kejadian tersebut membuat kepanikan di lokasi demo.

Namun aparat keamanan yang berjaga berhasil bertindak serta bisa mengamankan situasi supaya kericuhan tidak meluas, hingga kini situasi di area pendopo masih dalam penjagaan keamanan yang sangat ketat.

Wahidin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *